Jumat, 18 April 2014

Makalah Organisasi

MAKALAH
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH





Disusun oleh :
Putriana Meiranda
37113054
1DB03


UNIVERSITAS GUNADARMA


Daftar Isi
Cover . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          i
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .           ii
Bab 1 Pendahuluan
1.1     Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .           1
1.2     Pembatasan Dan Perumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          1
1.3     Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .            2
1.4     Metode Penelitian . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .         2
Bab 2 Landasan Teori
2.1     Tujuan Diadakannya Pengurusan OSIS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          6
2.2     Pengaruh Mengikuti Kepengurusan OSIS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .           6
2.3     Dampak Yang Ditimbukan Dari Mengikuti Kepengurusan OSIS . . . . . .          7
Bab 3 Penutup
Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .              9
Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .            10


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.              Latar Belakang
Organisasi adalah suatu hal yang tidak bisa terlepas dari kehudupan kita karena manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain. Dengan adanya organisasi, kita dapat bersosialisasi dengan orang lain.
Namun dizaman sekarang ini, khususnya para pelajar perlumengetahui dan mengenal organisasi, karena selain akan membentuk sikap seorang pemimpin organisasi juga dapat merubah karakter seseorang, sehingga dengan mengikuti sebuah organisasi sikap kita akan berubah kearah yang lebih baik.
Maka dari itu, kita sebagai pelajar, sudah dikenalkan secara luas dan menyeluruh sebuah organisasi yang ada didalam sekolah. Organisasi didalam sekolahpun sangat banyak, tetapi organisasi yang lebih inti didalam sekolah dan menjalankan roda sekolah adalah Organisasi Intra Sekolah atau yang lebih dikenal oleh kita adalah OSIS. OSIS adalah sebuah organisasi untuk membantu menjalankan program sekolah dan juga sebagai suri tauladan bagi siswa dan siswi yang patut dicontoh didalam organisasi.

1.2.              Pembatasan dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.        Apa tujuan diadakannya pengurusan OSIS?
2.        Apa pengaruh mengikuti kepengurusan OSIS terhadap kepemimpinan siswa?
3.        Adakah dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS?

1.3.              Tujuan
Penulisan karya tulis ini bertujuan:
1.        Mengetahui tujuan diadakannya pengrusan OSIS;
2.        Mengetahui pengaruh mengikuti kepengurusan OSIS terhadap kepemimpinan siswa;
3.        Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS;

1.4.              Metode Penelitian
Penelitian ini digunakan dengan metode-metode sebagai berikut:
1.        Pustaka
Metode pustaka dilakukan dengan menela’ah, mengkaji dan meriset ke berbagai perpustakaan dan beberapa sumber buku serta beberapa pencarian disebuah situs internet yang mempunyai keterkaitan dengan tema makalah ini. Metode ini dilakukan pada hari Senin tanggal 28 Februari 2005.
2.        Observasi
Metode observasi yang dilakukan adalah melalui observasi partisipasi. Gambaran objek yang kami peroleh dari lapangan melalui observasi partisipasi adalah denagan cara mengamati kegiatan OSIS di SMP Terpadu dan mengamati sejauh mana kepemimpinan siswa didalam berorganisasi OSIS. Metode ini berlangsung dari tanggal 29 Februari s.d 10 Maret 2005.
3.        Wawancara
Metode wawancara dilakukan guna menambah informasi yang berkenaan dengan tema makalah ini. Metode wawancara ini dilakukan kepada narasumber yang berperan penting yaitu pembina OSIS. Metode ini dilakukan pada tanggal 11 Maret 2005.


BAB II
LANDASAN TEORI
1.        Pengertian kepengurusan, OSIS, dan Kepemimpinan
2.        Kepengurusan
Kepengurusan adalah seluk beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus (Adiwirmata, S,Sri,Drs. 1984. KBBI. Jakarta: Balai Pustaka)
OSIS
OSIS adalah Organisasi Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian:
Organisasi
Secara umum organisasi adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai  satuan atau kelompok kerja sama para siswa yang dibentuk untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
Siswa
Siswa adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah.
Intra
Intra berarti terletak didalam. Sehingga OSIS merupakan suatu organisasi siswa yang ada didalam sekolah yang bersangkutan.
Sekolah
Sekolah adalah suatu pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah memegang tangan seseorang sambil berjalan untuk membimbing.
Sejarah Pembentukan OSIS
Sebelum lahirnya OSIS, disekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA terdapat organisasi siwa yang berbagai macam coraknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk intern sekolah, dan ada organisasi siswa yang dibentuk oleh siswa diluar sekolah. Sebagian ada yang mengarah kepada hal yang bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan diluar sekolah.
Sebagian akibat dari keadaan diatas timbulah loyalitas ganda, disuatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat oleh kepala sekolah, sedangkan dipihak lain harus tunduk pada organisasi siswa yang dikendalikan diluar sekolah.
Dalam keadaan yang demikian itu dapat dibayangkan berapa macam ragam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi tersebut dapat dimanfaatkan kepada kepentingan organisasi diluar sekolah.
Pada tahun 1997 sampai 1972, beberapa pemimpin organisasi siwa di Jakarta yang sadar akan maksud dan tujuan sekolah masing-masing, maka diberikan arahan dan pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tentang pembinaan kesiswaan.
Oleh karena itu, pemerintah membangun wadah generasi muda di lingkungan sekolah dan diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang perlu ditata secara terarah dan teratur. (Dr. Sungkowo M.)
Fungsi OSIS 
·           Sebagai Wadah
OSIS merupakan organisasi resmi disekolah dan sebagai wadah kegiatan para siswa di sekolah untuk mendukung terwujudnya tujuan pembinaan kesiswaan.
·           Sebagai Motovator
Motivator adalah pendorong lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan. OSIS sebagai motivator berperan untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa yaitu minat dan bakat siswa.
·           Sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional (Mentri Pendidikan Nasional)

2.1                Tujuan Diadakannya Pengurusan OSIS
OSIS adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah, yang mana OSIS ini adalah sebagai motorik atau atau penggerak suatu kegiatan yang berada di sekolah

2.2                Pengaruh Mengikuti Kepengurusan OSIS
Pengurus adalah seluk beluk yang berhubungan dengan tugas pengurus (KBBI), dengan pernyataan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa kepengurusan adalah pengurus yang beada didalam organisasi yang memelihara sebuah organisasi untuk lebih memajukan kinerja organisasi tersebut.
Dengan mengikuti kepengurusan OSIS, maka didalam diri siswa akan tertanam sikap untuk menjadi seorang pemimpin. Untuk menjadi seorang pemimpin tersebut yang pertama kali harus dilakukan oleh seorang siswa adalah mempunyai rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini akan muncul apabila ada unsur paksaan. Unsur paksaan ini bersifat positif guna untuk menumbuhkan tanggung jawab didalam diri seorang siswa.
Kalau sudah tumbuh rasa tanggung jawab dalam diri siswa, maka siswa tersebut dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin. Karena untuk menjadi seorang pemimpin selain mempunyai sekil dan kemampuan, seorang pimimpin juga harus mempunayi rasa tanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.

2.3                Dampak  yang Ditimbulkan Dari Mengikuti Kepengurusan OSIS
Dampak yang ditimbulkan dari mengikuti kepengurusan OSIS mengarah kepada hal yang positif.
·           Akan Menambah Rasa Percaya Diri
Pada dasarnya rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya. Akan tetapi yang harus dilakukan untuk menambah rasa kepercaya dirian adalah dengan membiasakan diri. Sikap membiasakan diri akan tumbuh didalam diri kita apabila ada unsur paksaan.
Jika sudah membiasakan diri maka akan timbul rasa percaya diri, dan rasa percaya diri ini adalah salah satu modal utama didalam kehidupan ini.
·           Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Saling Tolong Menolong
Rasa kebersamaan akan timbul manakala kita sudah saling mengenal antara satu teman dengan teman yang lainnya. Didalam organisasi ini kita bekerja satu sama lain serta saling tolong menolong guna mencapai sebuah kesuksesan bersama.


BAB III
PENUTUP 
Kesimpulan
1.      Tujuan diadakannya kepengurusan OSIS adalah untuk mengorganisir atau untuk menjalankan suatu kegiatan yang ada di sekolah.
2.          Kepengurusan OSIS sangat berpengaruh kepada kepemimpinan siswa karena untuk membentuk sikap tanggung jawab dan sikap kepemimpinan siswa.
3.           Dampak dari mengikuti kepengurusan OSIS mengarah kepada dampak Positif .
·           Akan Menambah Rasa Percaya Diri
·           Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Saling Tolong Menolong



DAFTAR PUSTAKA
Adiwirmata, S,Sri,Drs. 1984. KBBI. Jakarta: Balai Pustaka

Minggu, 16 Maret 2014

Organisasi

1. Arti Pentingnya Organisasi
Pengertian Organisasi
Organisasi adalah penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan susanan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur gabungan kerja sama.
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.
Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu (Kochler).
Organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.

Sejarah Organisasi
(Nancy Dixon, 1994) organisasi adalah kemampuan untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi ”(Peter Senge, 1990) “Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” (Burky dan Perry, 1998) Organissasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Organisasi mungkin telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, karena ruang lingkup organisasi yang sangat luas, secara tidak sadar semua manusia sejak lahir sudah ikut dalam organisasi, suatu organisasi dapat menjadi fokus sentral kehidupan seseorang atau ia mungkin hanya merupakan pelayannya untuk sementara waktu. Sebuah organisasi mungkin dapat besifat kaku, “dingin”, tanpa kepribadian, atau kadang-kadang dapat menghasilkan hubungan-hubungan luwes dan bermakna bagi para anggotanya. Untuk sejarah sendiri belum di ketahui secara pasti kapan terbentuknya organisasi, sutau organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan. Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne. Gerakan hubungan antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi. Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan logistik besar-besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian kuantitatif. Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari antropologi, psikologi dan sosiologi.

Desain Organisasi Formal dan Informal
Desain organisasi menekankan pada sisi manajemen dari teori organisasi dengan mempertimbangkan konstruksi dan mengubah struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal
1.        Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
2.        Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.
Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokkan informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan organisasi.
Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana bidang organisasi formal dan informal berbeda :
a.      Hubungan-hubungan antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada kebutuhan-kebutuhan mereka.
b.  Kepemimpinan. Para pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam informal.
c. Pengendalian perilaku. Organisasi formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman, sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebutuhan.
d.      Ketergantungan. Karena kapasitas pemimpin formal terletak pada penghargaan dan hukuman, bawahan-bawahan lebih tergantung dari pada para anggota suatu kelompok informal.
         Walaupun ada perbedaan tersebut adalah suatu kesalahan bila menganggap kelompok formal dan informal sebagai dua kesatuan organisasi yang terpisah. Keduanya hidup bersama dan tidak dapat dipisahkan setiap organisasi formal selalu mempunyai organisasi informal dan setiap organisasi informal brkembang dalam berbagai tinkatan formal.

Teori Organisasi
Teori organisasi adalah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan misi organisasi tersebut. Selain itu, dipelajari bagaimana sebuah organisasi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun lingkungan kerja organisasi tersebut.
Menurut Lubis dah Husein (1987) bahwa teori organisasi itu adalah sekumpulan ilmu pengetahuan yang membecarakan mekanisme kerjasama dua orang atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu.
Dalam pembahasan mengenai teori organisasi, mencakup masalah teori-teori organisasi yang pernah ada dan berlaku beserta sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Yaitu meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.

Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional, yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai dari tahun seribu delapan ratusan(abad 19) yang mendefinisikan organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerja sama. Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
            ·         Teori birokrasi : 
dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism.
·         Teori administrasi : 
dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol  dan Lyndall Urwick dari Eropa serta                       Mooney dan Reiley dari Amerika.
·         Manajemen ilmiah : 
dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.

Teori Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-hal sebagai berikut:
a.  Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b.  Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c. Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

Teori Organisasi Modern
Teori modern ditandai  dengan  ahirnya  gerakan contingency yang
dipelopori Herbert Simon, yang  menyatakan  bahwa teori organisasi  perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan  Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan  keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya,  dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan
Teori modern yang kadang – kadang disebut juga sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan an saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

2. Hubungan Antara Manajemen, Organisasi, Dan Tata Kerja
A. Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
B.     Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a)   Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b)     Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c)     Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

C.      Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a)    Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.


Sumber :